Identitas Mudika Muda, Katolik, Indonesia !
Identitas Mudika
Muda, Katolik, Indonesia !
4 tinggi :
tinggi kemanusiaan, tinggi kemudaan,
tinggi kekatolikan, tinggi keindonesiaan !
Asas dan dasar
Di ujung terdepan dari gereja muda
hadirlah komunitas dan individu-individu bernama Mudika,
Muda-mudi Katolik Indonesia.
Mudika adalah komunitas dan pribadi muda Katolik
yang menyatukan dirinya sebagai satu komunitas iman
dan yang secara personal percaya bahwa Bapa,
melalui Kristus dan segenap ciptaan di alam semesta,
teramat mengasihi mereka,
dan dalam kasih ini,
mengundang mereka untuk terlibat langsung
dalam karya agung penciptaanNya.
Karya Agung ini adalah sebuah tugas perutusan,
untuk bersama-sama membaktikan dirinya,
bagi kemanusiaan dan kehidupan,
bagi kemudaan, bagi Indonesia dan bagi Gerejanya.
Karya Agung ini hanya akan terwujud,
kalau Mudika senantiasa mengolah dan menyempurnakan dirinya,
dalam panggilan dan kemampuan-kemampuan yang dibutuhkan
untuk mewujudkan panggilan itu,
dalam talenta-talenta kehidupan yang dipercayakan
pada dirinya secara khusus dan unik.
Dalam tugas perutusannya, bagi kaum miskin dan tersingkir,
bagi yang lemah dan tertindas,
bagi alam lingkungan dan segenap kehidupan,
bagi Indonesia dan Gerejanya,
Mudika terus melangkah maju.
Belajar dan berjuang adalah keniscayaan,
berhenti dan berdiam diri adalah dosa.
Tantangan adalah kesempatan mengolah potensi,
ruang dan waktu adalah papan menuliskan sejarah.
Belajar dan bekerja adalah kesempatan
untuk memuliakan Allah,
dan dengan ini mengkuduskan
berkat kemanusiaan yang ada padanya
yang sepenuhnya dipercayakan pada dirinya
sebagai orang muda.
Dan dengan ini pula,
dengan karya-karya hidup seorang Mudika,
dikuduskanlah pula masyarakat,
tata politik-sosial-dan-ekonomi,
kebudayaan, kemanusiaan, dan segenap kehidupan,
dalam martabat tertingginya, buah dan tanda kasih Allah yang terindah dan suci.
FPKM Yogyakarta
Definisi Umum
Mudika adalah semua orang Muda Katolik Indonesia, yang baik bersama-sama maupun sebagai pribadi memiliki, mengolah, dan mengembangkan dalam dirinya empat kualitas dasar :
1.Kemanusiaan
2.Kemudaan
3.Kekatolikan
4.Keindonesiaan
Individu Mudika
Seorang Mudika adalah seorang Muda Katolik Indonesia yang sepenuhnya memiliki, siap untuk bertanggung jawab atas, sedia terlibat dan bekerja bersama-sama bagi masa depan yang bermartabat bagi diri pribadinya, masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan itu sendiri.
Panggilan Seorang Mudika
Mudika adalah seorang Muda Katolik Indonesia yang :
1.sadar dan mampu mengemban peran dan tanggung jawabnya sebagai orang muda dalam tugas kebangsaan yang dipercayakan kepadanya sebagai anak negeri Indonesia,
2.sadar dan mampu mengemban tugas dan panggilan kemanusiaannya untuk selalu berpihak pada mereka yang kecil, lemah, miskin, dan tersingkir, mereka yang senantiasa menjadi korban dari ketidakadilan dan kerakusan kekuasaan,
3.sadar dan mampu mengemban tugas dan panggilannya sebagai warga Gereja, sebagai penerus tradisi iman beserta ajaran-ajarannya, sekaligus sebagai satu komunitas peziarahan dan perjuangan hidup bersama menuju sang Kasih Sejati, yakni Allah sendiri.
4.sadar dan mampu mengemban tugas hakikinya sebagai orang muda, dalam menyempurnakan diri pribadi dan semua talenta yang dipercayakan kepadanya, dalam memperjuangkan impian dan idealisme kemudaannya, dalam kesadaran penuh bahwa masa depan yang ia perjuangkan adalah pula masa depan dari masyarakat, bangsa, gereja, dan kemanusiaan itu sendiri. Maka, menjadi sebuah keniscayaan baginya untuk bekerja bersama dengan semua sesama orang muda melintasi batas kebudayaan dan agama, menjadi daya gerak utama transformasi sejarah bangsanya,
5.maka, menjadi sebuah keniscayaan pula, seorang Mudika pertama-tama haruslah mengerti, mendalami, dan menghidupi semangat, teladan hidup, dan ajaran Sang Kasih sendiri, yakni Kristus, Sang Manusia Muda yang secara khusus disampaikan kepada jaman ini lewat perantaraan Gereja Kudus. Demikianlah, menggereja menjadi kesempatan pembelajaran hidup yang pertama bagi seorang Muda Katolik, tanpa menjadi mati dan beku di dalamnya.
Wawasan Dasar
Seorang (penggerak) Mudika harus mengenal dan mengu-asai empat wawasan dasar ini (dibangun melalui materi-materi LKTD/kaderisasi di tiap-tiap basis) :
1.Analisa Sosial :
Kemampuan untuk merumuskan pertanyaan dasar dari realitas sosial yang dihadapi
menganalisa konteks persoalan secara struktural
membangun komparasi dengan realitas/wacana pembanding
membangun pengetahuan dan teori baru atas dasar kenyataan sosial yang dihadapi
membangun kerangka aksi
2.Wawasan sosio-kemasyarakatan
Pemahaman atas struktur masyarakat
Pemahaman sejarah masyarakat dan logika historis
Pemahaman atas isu-isu aktual/kontemporer
3.Wawasan dasar kegerejaan dan kemudikaan
Pemahaman atas ajaran iman
Pemahaman atas sejarah iman
Pemahaman atas tanggung jawab, sejarah, dan identitas kemudikaan
4.dasar-dasar pengorganisasian sosial (community develop-ment/community organizing)
Nilai dan kapasitas dasar seorang Mudika
Untuk itu ada nilai dan kapasitas dasar yang harus dihidupi oleh seorang Mudika :
1.Sensus Catholicus, roh dan wawasan hidup Kristiani dan hidup menggereja
2.Spirit kemanusiaan, keberpihakan pada kaum lemah dan tertindas
3.Semangat Kemudaan, spontanitas, kegembiraan, persa-habatan, keberanian, ketahanan.
4.Sensus Kulturalis, kesadaran mendalam akan kebuda-yaan dan peradaban kemanusiaan, serta akan realitas sosial sehari-hari masyarakatnya
5.Kesadaran Kritis, peka dan cerdas membaca tantangan sosial riil dalam hidup kesehariannya
6.Man of Action, berani bersikap, terlibat, dan bertin-dak kongkrit
7.Manusia Proses, aksi-refleksi, pembela-jaran individual dan kolektif, spiral pastoral
Komunitas Mudika
Komunitas Mudika adalah rumah pembelajaran hidup bersama secara teritorial untuk memampukan kita mengemban tugas kebudayaan sebagai Orang Muda, Katolik, dan Indonesia.
Komunitas Mudika adalah cara kita berkumpul, cara kita menyatukan diri, cara kita memadukan sumber-sumber daya di tengah kita, cara kita berjuang, cara kita bertanggung jawab atas panggilan kemanusiaan, bagi siapa saja yang lemah miskin dan tersingkir, cara kita bertanggung jawab atas panggilan iman, serta menjawab tantangan kebangsaan sebagai pemuda Indonesia.
Tujuan Komunitas
Hidup komunitas diarahkan pada :
1.Pembelajaran Diri dan Komunitas : Mudika adalah ruang tumbuh bagi diri dan komunitas lokalnya
2.Pembelajaran Iman dan Gereja : eksistensi spiritual dan praksis iman
3.Transformasi Sosial menuju Masyarakat Adil dan Manusiawi : ekstensi kemanusiaan dan kebangsaan.
Ciri Khas dan Kekuatan Komunitas Mudika
1.Spirit kemudaan (spirit of youth), gembira, berani, nakal, dan spontan
2.Katolisitas dan tradisi menggereja
3.Kebangsaan-keindonesiaan
4.Komunitas proses-komunitas transformatif
5.Keterlibatan, persahabatan, dan persaudaraan
6.Lokal-teritorial dan jaringan
7.Perbedaan dan kesetaraan sebagai kekuatan
8.demokratik-partisipatif ke dalam & ke luar dirinya
9.berorientasi tindakan kongkrit, dan pergulatan hidup yang nyata
Nilai dasar pengorganisasian
Nilai dasar pengorganisasian Komunitas Mudika adalah :
1.Demokratik-Partisipatif
Saling kontrol, saling mengapresiasi, saling menumbuhkan
Keterlibatan : dari, oleh, dan untuk semua
2.Emansipatoris-transformatif
Merubah dan memberdayakan diri baik individual maupun kolektif dalam komunitas
Merubah masyarakat dan dunia sekitar
3.See – judge – act : Merintis dan mendorong perubahan masyarakat berpijak pada Spiral Pastoral :
Berpijak dan bersatu dengan kenyataan
Merenungkan/merefleksikan kenyataan
Merencanakan dan mempersiapkan perubahan
Bertindak dan merubah kenyataan
Mengevaluasi dan belajar dari kenyataan
Prinsip Pengorganisasian Bersama
Kalau Mudika begitu kaya bentuk dan wujudnya di tiap-tiap basis parokial bagaimana ia bisa disatukan ? Kita butuh prinsip pengaturan bersama, yakni cara komunitas kita bergaul dan hidup dalam masyarakat komunitas-komunitas kaum muda :
1.Setiap komunitas adalah lingkaran pemberdayaan : Setiap komunitas wajib membangun dirinya menjadi komunitas yang sekalipun kecil, tetapi lincah, hidup, kritis, bertindak kongkrit, dan visioner. Setiap komunitas harus terus berjuang untuk bertumbuh dan bergerak maju mewujudkan visi dan misi bersama, pertumbuhan iman, karakter, dan wawasan anggotanya, pertumbuhan gereja lokalnya, serta transformasi dunia sekitarnya.
2.Otonomi : otonomi tiap basis komunitas sangat dihargai, namun masing-masing basis harus memegang teguh prinsip-prinsip pengorganisasian bersama ini.
3.Jejaring, communion of communities : Setiap komunitas harus berjejaring dengan komunitas lain, terlebih komunitas-komunitas yang berdekatan secara geografis dan administratif kegerejaan. Bukan organisasi hirarkhis-teritorial, namun jejaring komunitas-komunitas, yang mengelompokkan diri berdasarkan kedekatan teritorial gerejawi (blok – lingkungan – wilayah/stasi – paroki – rayon – kevikepan – keuskupan).
4.Antar komunitas harus saling bekerja sama dan berkomunikasi secara rutin, demokratis, fair, dan terarah untuk mengkomunikasikan perkembangan, tantangan, dan hal-hal baru yang terjadi di masing-masing basis pengorganisasian Mudika.
5.Hubungan simpul-simpul komunitas Mudika adalah hubungan subsidiaritas-solidaritas.
Subsidiaritas : yang lebih besar menopang yang lebih kecil dengan mengisi hal-hal yang tidak mungkin digarap di tataran simpul yang lebih kecil (pelatihan penggerak Mudika Lingkungan oleh Mudika Paroki, pembentukan simpul-simpul Mudika se-paroki, dst).
Solidaritas : mereka yang setara harus saling mendukung dan solider satu sama lain (antarlingkungan, antarstasi/wilayah, dan antarparoki)
Maka hubungan kepengurusan Mudika antara Mudika Paroki yang bertanggung jawab antas kaum muda Katolik separoki dengan Mudika Wilayah/Stasi/Lingkungan tentu saja lebih bercorak fasilitasi untuk berjejaring, untuk peningkatan kapasitas, dan pelatihan pengkaderan, maupun bentuk support yang lain. Mudika Paroki adalah fasilitator, pembuat simpul jaringan, dan pendukung bagi dinamika komunitas Mudika di sekitarnya.
6.Serta kesepakatan-kesepakatan lain yang dibangun sebagai kearifan hidup bersama setempat secara adil dan demokratis dan dipelihara di masing-masing gereja setempat.
agon sag berkata,
September 21, 2008 pada 9:06 am
terima kasih atas pengetahuan peran mudika ini……kami sangat mengharapkan partisipasi rekan2 mudika untuk lebih mengembangkan hidup melalui cinta kasih,salam damai
agon saga berkata,
September 21, 2008 pada 9:11 am
kami mudika paroki beduwai keuskupan agung sanggau ingin lebih mendalami tentang hidup menggereja agar segala aktivitas bisa berjalan dengan lancar oleh karena itu kami mohon dukungan nya melalui sharing,majalah hidup dll
cahyo berkata,
Januari 12, 2009 pada 12:26 am
kaum muda adalah fundamen Gereja, oleh sebab itu hendaknya kaum muda menjauhykan diri dari berbgai budaya kematian. kaum muda harus menjadi promotor gerakan dalam Gereja.
ferdinand vidiandika berkata,
Mei 14, 2009 pada 9:30 am
kapan semangat teman2 bangkit untuk nulis nera ……..????
apakah cukup sekian dan terima kasih…..????
Mudika Sidikalang berkata,
Juni 19, 2009 pada 6:01 pm
Para mudika paroki Sidikalang yang berada di pedesaan sangat kagum dengan kebersamaan mudika di kota yang ingin menjalin kebersamaan. Kami yang di pedesaan juga ingin seperti itu. Kami juga ingin menjadi mudika yang memiliki identitas yang dikatakan di atas. Tapi nampaknya hal itu masih suatu proses yang panjang, mungkin suatu angan-angan, karena situasi dan kondisi kami belum mendukung untuk hal itu. Pastor dan paroki kami selalu membina kami para mudika, tetapi selalu terkendalan dalam hal dana. Dalam waktu dekat ini juga kami akan mengadakan kegiatan, namun kami ragu apakah akan berjalan dengan baik, karena dana manjadi kendala utama. Maka maukah rekan-rekan mudika yang diperkotaan berbagi dengan kami dan menolong kami mudika yang ada di pedesaan?Jelasnya rekan-rekan mudika bisa melihat di situs paroki di kolom Mudika.Terima kasih banyak. Mudika oke punya.
Ofny berkata,
Februari 23, 2010 pada 1:03 am
Sebenarnya kaum muda itu BISA. Hanya waktu dan kesempatan saja. Pemberdayaan OMK memang sangat penting sebab d i pundak kaum mudalah terdapat harapan dan masa depan GEREJA. Kalau bukan MUDIKA siapa lagi. Kalau bukan SEKARANG, Kapan lag?????????????????
RE:
Benar bung, setuju..
visit me at: http://www.andreyuris.wordpress.com
antonius berkata,
Maret 10, 2010 pada 6:02 am
mudika mn neeeeeeee???????????????????????????????????????
nerahky berkata,
Maret 22, 2010 pada 7:53 am
MUDIKA SURABAYA BUNG….